Narasumber Grand Opening Temu Wilayah MITI KM 2020

Alhamdulillah pagi ini saya menjadi Narasumber di Acara Grand Opening Temu Wilayah MITI (Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia) Klaster Mahasiswa 2020 yang dihadiri hampir 300 mahasiswa/i dari Aceh sampai Papua bahkan Luar Negeri, dengan tema Diversity of Local Wisdom in Indonesia.

Saya membawakan topik yang sangat menarik yaitu Apakah Indonesia bisa menjadi nomor 1 di dunia yang terkait dengan Local Wisdom atau kearifan lokal di Indonesia. Topik ini cukup filosofis, karena “local wisdom” yang merupakan warisan secara verbal dan turun temurun dilestarikan antar generasi, tidak semuanya dapat kita telan mentah-mentah. Begitupun sebaliknya tidak semua yang berbau asing itu buruk.

Perdagangan internasional merupakan sarana dimana kita dapat mengambil hikmah yang baik dari negara lain, dan anehnya sesuatu yang kita protektif malah menjadi tidak berkembang. Kita tidak bisa mengatakan bahwa impor itu buruk, apabila kita ingin ekspor maka kita juga harus memperbolehkan impor, apabila kita menolak impor yang ada kita bisa dibalas oleh negara lain, dan apabila perdagangan internasional tidak berjalan, malah bisa berakibat yang lebih parah yaitu perang fisik.

Untuk menerapkan Local Wisdom, kita bisa mempelajari dari 3 negara antara lain China, Korea Utara dan Korea Selatan. China merupakan negara sosialis komunis akan tetapi bisa membawa negaranya maju sampai menjadi peringkat ke 2 terbesar perekonomiannya di dunia. China tetap menjaga local wisdomnya, namun tidak menutup dari investasi asing di negaranya, malah memperkuat pendapatan negaranya dengan menjadi pusat industri elektronik. Sedangkan contoh Local Wisdom yang tertutup, yaitu Korea Utara dengan kebijakan 1 partai, tidak ada perdagangan internasional, sangat-sangat mandiri, namun ketika terjadi bencana kelaparan langsung memakan korban jiwa sampai 420ribu orang. Tentunya kita tidak mau seperti itu. Kemudian yang contoh Local Wisdom yang terbuka adalah Korea Selatan, dengan historical yang hampir mirip dengan Indonesia, Korea Selatan mampu membawa Local Wisdom-nya yaitu K-Pop ke kancah dunia, perdagangan internasional dibuka , dan menjadikan Korea Selatan negara maju dalam waktu yang relatif singkat.

Indonesia mempunyai banyak sekali potensi local wisdom antara lain merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.504 pulau, negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93ribu km2, negara dengan suku bangsa terbanyak di dunia, terdapat lebih dari 750 suku bangsa, Indonesia mempunyai cadangan sumber energi minyak yang melimpah dan batu bara terbesar di dunia, Indonesia juga menjadi penghasil sawit dan cadangan gas alam LNG terbesar di dunia. Pertanyaan besarnya, kenapa Indonesia dengan potensi sedemikian hebatnya, sampai Bimbo menyatakan “Indonesia diciptakan saat Tuhan Tersenyum” , tetapi daya saing Indonesia masih kurang dibanding negara tetangga?

Tentunya hal tersebut menjadi PR kita semua, terutama generasi penerus bangsa, bagaimana cara meningkatkan daya saing Indonesia. Ada beberapa PR besar antara lain : 1. Pembangunan dan pendapatan yang masih tidak merata; 2. Sumber Daya Alam yang belum dikelola dengan baik; 3. Banyak perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia hanya mementingkan keuntungan semata tanpa memperhatikan lingkungan; 4. Biaya produksi tinggi yang ditenggarai oleh tingginya angka korupsi dan pungutan liar yang merajalela.

Kita perlu fokus membangun sektor industri yang akan menjadi Leading untuk meningkatkan kemandirian dan daya saing Indonesia di masa mendatang, antara lain : 1) Sektor Manufacturing ; 2) Sektor Pertanian dengan orientasi teknologi manufaktur; 3) Sektor Jasa terutama Pariwisata, Pendidikan dan Kesehatan. Sektor manufacturing menyumbang 19,98% terhadap PDB Indonesia ditengah Pandemi Kuarta I 2020, dan menjadi penyumbang PDB terbesar pada tahun 2019. Sektor Manufacturing ini juga menyerap18,93 juta tenaga kerja per Agustus 2019. Indonesia ditengarai tengah mengalami Deindustrialisasi prematur, yaitu negara belum sampai ke tahap negara maju, sektor manufaktur sudah mengalami kemunduran. Sektor pertanian sendiri yang menyerap tenaga kerja sebanyak 100juta jiwa atau lebih dari separuh penduduk Indonesia, seharusnya mendapatkan perhatian lebih. Selain itu kontribusi pertanian terhadap PDB adalah kedua tertinggi setelah manufaktur sebesar 13,45% (Kuartal III-2019). Sektor pertanian harus digarap tidak lagi menggunakan pendekatan tradisional tetapi pendekatan manufakturing supaya produktivitas menjadi semakin tinggi. Sementara itu di sektor jasa yang merupakan peluang besar bagi generasi milenial, untuk pariwisata, Indonesia berada di peringkat ke 40 dari 140 negara di World Economic Forum, walau sayangnya masih banyak negara-negara luar yang belum mengenal Indonesia. Selain itu, tolak ukur utama kemajuan ekonomi dan kesejahteraan adalah Pendidikan dan Kesehatan.

Peluang yang dapat diambil untuk meningkatkan dan menambah nilai pada pengembangan kearifan lokal antara lain : 1) Melestarikan dan menjaga keseimbangan Alam, Indonesia mempunyai beberapa local wisdom dalam menjaga keseimbangan alam contoh Ilmu Tiga Hutan di Riau; 2) Produk asing harus ‘comply’ dengan local wisdom ; 3) Selalu menggunakan konsep kesinambungan : 3R (Reduce-Reuse-Recycle); 4) Tidak menelan mentah-mentah semua local wisdom, harus disaring dengan agama atau ilmu.

Peran organisasi keilmuan dan kepemudaan dalam optimasi pengembangan kearifan lokal : 1). Keilmuan mendorong untuk dapat meningkatkan daya saing lokal dan dapat diaplikasikan ke industri, jadi tidak hanya menjadi paper saja, tapi perlu diaktualisasikan ke kehidupan masyarakat; 2) Fokus pada tujuan : di Sektor Bisnis atau Sektor Publik, dan harus memahami perannya masing-masing; 3) Menerapkan Sukses berkelanjutan yang terdiri atas 4K : Kompetensi, Karakter, Kesempatan dan Kawan.

Intinya sangat membahagiakan bisa melihat pemuda pemudi Indonesia yang tergabung dalam komunitas MITI antusias mengikuti acara ini, semoga ilmu yang disampaikan dapat menjadi inspirasi di para pemuda pemudi yang hadir untuk ikut membangun tonggak sejarah bagi NKRI menuju negara yang sejahtera, adil dan makmur untuk seluruh rakyatnya.

Untuk mengunduh materi saya pada acara ini , dapat meng-klik pada tautan berikut ini : bit.ly/IWWMITI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s