Tarnedi dan Supir Taksi PhD lulusan Stanford

tarnedi supir taksi

“Belajar adalah aktivitas untuk menunaikan amanah manusia sebagai pengelola alam semesta.” (Wardhana 2013)

–Desember 12, 2013–

Bagi Tarnedi (54 tahun), seorang supir taksi di Jakarta yang sedang populer beberapa hari ini, belajar bahasa Inggris merupakan kebutuhan dasar harian. Sebagaimana kita butuh makan dan minum, maka bercakap dan bernyanyi dalam bahasa Inggris juga merupakan kegiatan harian Tarnedi.

Berbeda dengan Tarnedi yang tidak tamat Sekolah Dasar, seorang supir taksi di Singapura adalah doktor lulusan Stanford. Chai Mingjie adalah seorang peneliti biologi yang kehilangan pekerjaan di tahun 2008.  Ming kemudian memutuskan untuk menjadi supir taksi.

Semangatnya untuk mengasah otak membuatnya rajin menuliskan catatan harian. Semula Ming menerbitkan tulisannya di internet, kemudian ia menerbitkan catatannya menjadi buku berjudul Diary of a Taxi Driver: True Stories from Singapore’s Most Educated Cabdriver yang dijual di Amazon.com.

Apa pelajaran dari kisah kedua supir taksi ini?

Pertama, belajar adalah aktivitas untuk menunaikan amanah manusia sebagai pengelola alam semesta. Sebagai manajer dan leader atas bumi dan seisinya, manusia harus selalu mencari tahu pengetahuan dan keterampilan baru agar dapat menjalankan amanah tersebut. Maka Islam mewajibkan penganutnya untuk menuntut ilmu dari buaian sampai liang lahat, kemanapun dan bagaimanapun.

Sebuah potongan kalimat di ayat ke-11 dalam Surah Al Mujadilah memberikan penegasan atas posisi superior pada orang yang berilmu (yang sudah tentu dari proses belajar):

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”

Kedua, semangat belajar membuat kita menjadi manusia yang selalu ber-akhlak dan berpenampilan baik. Belajar membuat kita mengakui kelemahan diri dan rendah hati. Belajar membuat kita respek pada orang lain. Belajar membuat kita sadar bahwa kita memiliki banyak kekurangan. Belajar membuat kita selalu optimis. Selalu segar dan terbuka dengan gagasan baru.

Henry Ford berkata: “Anyone who stops learning is old, whether at twenty or eighty. Anyone who keeps learning stays young. The greatest thing in life is to keep your mind young.”

Ford menyampaikan, jika tidak ingin tua, maka belajarlah ini mungkin sebabnya saya sering dikira mahasiswa S1 freshmen tahun pertama hehe.

Ketiga, semangat belajar hendaknya bukan hanya mengejar selembar ijazah. Gelar doktor  dan profesor (capaian tertinggi dalam proses belajar formal) tidak menghalangi kita terus belajar. Tidak tamat SD juga bukan alasan kita tidak belajar. Belajarlah untuk mengejar keterampilan, memperbaiki nasib di masa depan, serta untuk menemukan potensi terbaik kita.

Keempat, jika semua orang Indonesia memiliki semangat belajar seperti Tarnedi dan Ming, tidak lama lagi Indonesia akan menjadi negara maju dan makmur. Mengapa? Karena kemajuan bangsa-bangsa selalu diawali dari terbangunnya masyarakat yang berpengetahuan. Istilahnya modal sumber daya manusia (human capital).

Teori ekonomi dan penelitian empiris (sesuai kenyataan di lapangan) memeperlihatkan hubungan sebab akibat yang sangat jelas antara kualitas manusia dan kemajuan ekonomi suatu bangsa. Banyak negara menjadi bukti bahwa sumber daya manusia, bukan bahan tambang serta minyak, yang mendorong kemakmuran. Kenapa? Karena manusia pembelajar akan terus menemukan hal-hal baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Inovasi dan teknologi di segala bidang diawali dari ide kecil manusia-manusia yang terus belajar.

Akhirnya, bagi para pengguna taksi, jangan underestimate atau memandang rendah supir taksi. Bisa-bisa mereka adalah seorang doktor seperti Ming atau kandidat doktor seperti saya. Bisa juga mereka adalah CEO yang sedang menyamar untuk survei kepuasan pelanggan. Bisa juga mereka adalah orang seperti Tarnedi yang selalu belajar dan layak disebut sebagai manusia super!

10 respons untuk ‘Tarnedi dan Supir Taksi PhD lulusan Stanford

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: