Mengenali Masalah: Sanitasi (Seri #1)

Menyambut ulang tahun Indonesia ke 70, mari kita mencoba untuk mengenali masalah yang ada di sekitar kita. Mari periksa fasilitas dasar berikut ini apakah tersedia di sekitar kita di setiap rumah (kampung halaman juga). Silakan tambahkan lagi jika dirasa kurang.

1. Akses air bersih dengan keran/pipa (bukan air tanah)

2. Toilet (Buang Air Besar) dan septic tank

3. Akses pembuangan air kotor ke parit/got

4. Layanan sampah komunitas (rutin)

5. Layanan sampah besar (dumpster)

Duka di Nepal

Nepal-Earthquake

Kita dikagetkan dengan liputan di berbagai media massa mengenai bencana gempa bumi di Nepal. Menjadi segar ingatan akan kejadian gempa di Indonesia seperti Yogya dan beberapa tempat lainnya.

Duka mendalam untuk musibah ini. Semoga para korban dapat dikebumikan dengan baik, dan para keluarga korban dapat bersabar. Semoga otoritas Nepal dapat bertindak untuk memulihkan wilayah musibah dengan cepat.

Source: Newscientist.com

2014 in review

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2014 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Aula konser di Sydney Opera House menampung 2.700 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 11.000 kali di 2014. Jika itu adalah konser di Sydney Opera House, dibutuhkan sekitar 4 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Mau Golput di April 2014?

Daftar Partai Peserta Pemilu 2014 sesuai nomor urut

Sebentar lagi Pemilu. Mari kita sisihkan waktu mulai sekarang untuk mengevaluasi partai politik serta para caleg di dapil masing-masing. Juga kandidat capres.

Berikut dialog imaginer saya dengan beberapa orang yang berencana tidak menyoblos alias golput:

“Ah, saya khan cuma sumbang satu suara? Gak ada gunanya.” Benar satu suara tidak bisa menyumbang satu kursi dewan atau kursi presiden. Tapi bayangkan kalau setiap orang berpikir demikian, apa yang terjadi? Bayangkan kalau anda yang baik dan jujur tidak memilih perwakilan yang baik dan jujur di dewan dan di istana negara, apa yang terjadi? Bukan 5 tahun efeknya namun puluhan tahun bahkan masa depan Indonesia dipertaruhkan!

“Demokrasi haram dan bid’ah makanya saya golput!” Okay silakan jika berpandangan demikian. Kalau begitu kenapa menggunakan bank, asuransi? Itu bid’ah loh. Terus kenapa sekolah dari SD sampai PT? Itu gak ada di zaman Rasul loh.

“Demokrasi khan dari Barat!” Trus, semua yang dari Barat haram? Rasul saja meniru teknologi Barat (contoh Perang Parit-Khandaq, dll).

“Hukum sudah sepenuhnya dari Al Qur’an, kita haram membuat hukum.” Okay. Namun negara bukan hanya kaum muslimin saja khan? Rasul saja dulu membuat UUD Piagam Madinah. Kenapa tidak pakai Al Qur’an untuk semua agama di Madinah saat itu?

“Ah saya mau golput aja alias tidak mencoblos karena gak ada yang benar tuh parpol, caleg dan semua capres!”. Fine, okay, itu pilihan anda. Namun jangan protes ya kalau ada masalah di perundangan dan pemerintahan. Ketika dikasih kesempatan anda tidak mau berkontribusi, begitu ada masalah eh baru teriak. Kemana aja loe selama ini?

Anda bisa menagih janji mereka semua (aleg dan presiden) jika anda memberi mandat. Jika anda hadir di TPS, memberikan kontribusi dengan memilih, lalu anda bisa menagih komitmen mereka semua.

Akhirnya, hari gini mau golput? Apa kata dunia!

(Silakan dibagikan kepada teman dan saudara jika anda berkenan. Ini sumbangan ilmu political economy yang saya pelajari)

Mendapatkan Beasiswa Kampus Mudah

Mendapatkan Beasiswa Kampus 1

Banyak sekali pertanyaan yang saya terima mengenai topik sebelumnya sehingga saya kira lebih efisien untuk menjawab dengan membuat diagram dan video di bawah ini.

Beasiswa kampus ini adalah salah satu rahasia mengapa banyak sekali mahasiswa asal India dan China yang berada di Amerika. Jika ada 10 posisi beasiswa di 10 program pada 100 universitas di Amerika, maka jumlah mahasiswa asing sudah mencapai 10.000 orang. Padahal jumlah program dan universitas berlipat-lipat dari itu. Sayang, orang Indonesia belum banyak tahu dan juga kurang percaya diri menoba kesempatan ini.

Intinya, mendapatkan beasiswa kampus itu mudah. Asalkan didukung oleh persiapan yang memadai. Walaupun tidak lancar berbahasa Inggris secara verbal dengan lancar, jangan kuatir asalkan tes bahasa Inggris (TOEFL/IELTS) dengan skor minimum telah dicapai. Persiapkan juga GRE. Walaupun skor GRE lebih rendah dari yang diharuskan, boleh saja dicoba melamar ke profesor di universitas yang ingin kita tuju. Jika yang bersangkutan tertarik dengan wajah riset anda, maka akan ada keringanan yang diberikan.

Jika tidak ada jawaban dari seorang profesor, jangan patah semangat. Masih banyak akademisi di luar sana yang menanti kehadiran anda untuk membantu risetnya. Makanya pastikan bahwa anda telah menghubungi profesor yang memiliki bidang riset yang sama dengan yang anda kerjakan sekarang.

Akhirnya, setelah berikhtiar, sempatkan berdoa. Juga minta bantuan doa dari orang-orang terdekat yang mencintai anda. Selanjutnya, biarkan takdir Tuhan datang menjemput.

Ohya, tips ini bukan saja untuk PhD, master juga bisa. Walaupun kebanyakan beasiswa diberikan kepada PhD students.

Apa yang saya sampaikan bisa berbeda dengan kawan lain yang telah mendapatkan beasiswa PhD dari kampusnya masing-masing. Yang saya tuliskan dan ceritakan berdasarkan pengalaman saya sendiri. Semoga membantu kawan-kawan semua.

Selamat memburu beasiswa kampus di luar negeri.